Web Defacement atau biasa disebut Web Gravity adalah sebuah kegiatan hacking yang sangat digemari oleh anak-anak muda saat ini di belahan dunia manapun.
Sebab dengan melakukan aksi web defacement, eksistensi dan popularitas mereka langsung menanjak dan mendapat ajungan jempol di kalangan hacker (bad hacker) dan underground. Semakin cepat mereka berhasil menjebol dan meng-hack sistem komputer orang lain, semakin naik ‘kasta’ mereka.
Nah, apa sih sebenarnya kegiatan web defacement ini? Penulis akan mengulas sedikit demi sedikit bagi para pembaca yang belum begitu paham dengan kegiatan ini.
Web Defacement atau Web Gravity merupakan sebuah kegiatan ‘mencorat-coret’ web orang/institusi. ‘Corat-coret’ ini bisa dalam bentuk warna-warni, inject kata-kata umpatan yang tidak semestinya (menghujat), kata-kata proklamasi si hacker misalkan ‘hacked by Dr. Kruzz’ atau sekadar mengganti web asli dengan web bajakan si hacker.
5 Tujuan Web Defacement:
1. Mengejar Popularitas
Biasanya hacker dan kelompoknya berlomba-lomba untuk menjebol sistem web server dan meletakkan identitas mereka di halaman web (home page) atau sub page, dengan harapan siapapun yang membuka web tersebut maka identitas mereka dapat terbaca dengan jelas. Contoh: web defacement site FBI, CIA, CNN dan lainnya.
2. Misi Perdamaian
Seorang hacker memiliki misi tertentu dari organisasi yang bernaung di bawahnya. Kelompok ini memiliki tujuan perdamaian dengan harapan situs-situs yang diusili membaca pesan mereka. Contoh: Aksi mengatasnamakan Green Peace untuk menghentikan pembunuhan ikan paus di Laut Pasifik.
3. Hacker dengan Pengancaman
Hacker Anonymous memiliki cara unik menyampaikan misi kepada pemerintah yang tidak disukainya dengan melumpuhkan layanan berhari-hari. Hal ini pernah terjadi pada lebih dari 40 situs layanan pemerintah Malaysia yang dibuat down.
4. Hacker Bertujuan Bisnis
Hacker ini memiliki tujuan money oriented untuk mendapatkan keuntungan dari aksi melumpuhkan website target. Mereka cenderung bekerja sendirian dan terkadang dibayar untuk tugas tersebut.
5. Hacker Hero
Aksi karena ikut-ikutan atau tersinggung. Contohnya permusuhan antar hacker Indonesia dan Malaysia. Begitu ada provokasi, para hacker di dua negara saling serang semata-mata karena solidaritas atau ingin menyerang situs negara target.
Tentang Penulis
IGN Mantra, Dosen & Peneliti Cyber Security, Cyber Defence dan Cyber War. Saat ini bekerja sebagai Ketua Indonesia Academic CERT/CSIRT, Monitoring Control dan Incident Handling @Lab. Cyber Security ABFII Perbanas, Jakarta, DCC Lampung.
Email: mantra@acad-csirt.or.id