Cybersecurity Education & Human Factors
Kapasitas SDM • Budaya
Model Student-Operated SOC & Kerangka Uji Kerentanan Phishing Berbasis Kerangka Kerja NICE + SKKNI
Abstrak Riset & Ringkasan Eksekutif
Faktor manusia memegang peranan krusial dalam pertahanan siber kampus. Riset ini merumuskan metodologi evaluasi uji kerentanan phishing berkala bagi sivitas akademika, perancangan simulasi cyber range aplikatif, dan model operasional SOC yang dikelola mahasiswa (Student-Operated SOC) selaras dengan kerangka kompetensi NICE dan SKKNI.
1. Faktor Manusia sebagai Perimeter Keamanan Utama
Lebih dari 80% insiden kebocoran data di lingkungan universitas berakar dari rekayasa sosial (phishing) yang mengecoh dosen atau mahasiswa. Edukasi keamanan siber yang berkelanjutan dan berbasis simulasi terbukti jauh lebih efektif daripada sosialisasi teoritis satu arah.
2. Uji Kerentanan Phishing Berkala & Metrik Kesadaran
Riset ini menyajikan kerangka kerja simulasi phishing etis berkala untuk mengukur tingkat Click-Rate dan Report-Rate di kalangan sivitas akademika, disertai modul edukasi instan interaktif bagi pengguna yang terjebak simulasi.
3. Laboratorium Student-Operated SOC & Cyber Range
Model inovatif di mana mahasiswa program studi keamanan siber dilibatkan langsung mengoperasikan sistem pemantauan SOC kampus di bawah supervisi dosen ahli. Pendekatan ini sekaligus mencetak talenta analis keamanan siber siap kerja.
4. Kesimpulan & Penyelarasan Kurikulum NICE + SKKNI
Silabus dan modul pelatihan konsorsium telah diselaraskan dengan National Initiative for Cybersecurity Education (NICE) dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Keamanan Informasi.
Format Sitasi Akademik:
ACAD-CSIRT Human Factors Research Wing (2026). "Student-Operated SOC Models and Phishing Susceptibility Framework Aligned with NICE & SKKNI". Higher Education Cybersecurity Review, Vol. 3, Issue 1, 2026.